Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jombang kembali menggelar apel pagi rutin yang kali ini terasa berbeda. Bertempat di halaman kantor DPMPTSP, kegiatan tersebut diadakan pada hari Senin, 26 Mei 2025, dengan melibatkan seluruh staf serta agen perubahan internal instansi.
Kegiatan apel pagi kali ini mengangkat tema khusus, yakni “Pengelolaan Sampah sebagai Tanggung Jawab Bersama”. Dalam apel tersebut, para peserta tidak hanya melaksanakan kegiatan rutin seperti biasanya, tetapi juga mendapatkan pengarahan tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan, terutama di lingkungan kerja.

Apel ini diikuti oleh seluruh pegawai DPMPTSP Jombang, baik pejabat struktural, fungsional, hingga staf pelaksana. Hadir pula agen perubahan, yaitu pegawai terpilih yang memiliki komitmen dalam mendorong perubahan positif di lingkungan kerja. Mereka menjadi motor penggerak dalam kampanye internal terkait budaya kerja bersih, tertib, dan ramah lingkungan. Pengelolaan sampah menjadi isu penting di lingkungan kerja, terutama di kantor pemerintahan yang memiliki tingkat aktivitas administrasi cukup tinggi. Melalui apel bertema ini, DPMPTSP Jombang ingin mendorong kesadaran kolektif seluruh pegawai terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara bijak.

“Kita mulai dari hal yang sederhana, seperti memisahkan sampah organik dan anorganik, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga kebersihan ruang kerja. Dari kebiasaan kecil ini, kita bisa menciptakan dampak besar bagi lingkungan,” ungkap Sekretaris Dinas DPMPTSP Jombang dalam sambutannya.
Apel pagi diawali dengan arahan dari Sekretaris Dinas DPMPTSP Jombang dan dilanjutkan dengan sambutan pimpinan dan sesi pengarahan dari agen perubahan. Dalam sesi tersebut, agen perubahan menjelaskan langkah-langkah konkret dalam pengelolaan sampah di lingkungan kantor, termasuk penerapan program 3R (Reduce, Reuse, Recycle), penggunaan tempat sampah terpilah, serta ajakan untuk membawa perlengkapan pribadi guna mengurangi limbah sekali pakai.